Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Welcome! ^^

About me

Foto Saya
GoGa Kata
Jangan sotoy, sana Googling dulu.. :)
Lihat profil lengkapku

Blog

Minggu, 25 Agustus 2013

[PART 2] Welcome back, EXO.. :3

0 comments


Panjang ya membleannya? Iya. HAHAHA..
Yuk lanjut.. :)

[9] Baby
Kenapa saya mikir kalau lagu ini bakal bagus kalau dinyanyiin sama Kyuhyun ya? Haha..
Tapi Baby sendiri masuk ke list NONONO saya.
Eee.. Ini lagu ballad ya maksudnya? Ballad sih ballad, tapi kenapa harus gak ada semangatnya sama sekali sih lagunya? Ceritanya sih emang soal cinta-cintaan, tapi kalau didengerin lama-lama malah gak jadi berbunga-bunga lagi. :/

[10] My Lady
Iya, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, saya harus menunggu kira-kira 1,5 tahun-an lah buat dengerin full version-nya. Sebenernya, setelah dengar full version-nya saya malah merasa sedikit kecewa. Hehe.. Ada beberapa part yang menurut saya agak membuat saya berpikir “ini gak bisa ya dibuang aja?” Di menit antar 2.01 – 2.16 lah kira-kira. Tapi yasudahlah, cuma 15 detik ini. :D
Oiya, dari lagu inilah saya belajar soal perbedaan suara Bacon dan DO. Suara mereka mirip banget ya ternyata? Soalnya part Do yang paling awal, dulunya saya pikir itu adalah part-nya Bacon. Tapi lama-kelamaan ketauan juga. Meskipun cara nyanyi mereka hampir sama, DO itu bisa dibilang versi smooth-nya Bacon.
Eee.. sebenernya saya sih kurang paham jenis-jenis musik, tapi suara DO di sini keliatan ciri khas dia banget. Halus lenggok-lenggok gitu lah. Hooh, seperti pas nyanyi What is Love itu juga. Jadi yaa.. My Lady ini bisa disebut lagunya DO banget. :)

EXO’s Repackage Album – Growl [PS. Korean version only]
Berisi 13 lagu. 10 lagu dari album XOXO, dan 3 sisanya adalah lagu baru. Jadi karena rata-rata isinya sama dengan album sebelumnya, saya memble soal 3 lagu yang baru aja yaa..
Oiya, full albumnya bisa di-donlot di sini. :)

[1] Growl – title track
SM yang terkenal sebagai home for good looking idols who are dancing in the box, akhirnya bisa membuat pengece-pengece itu menoleh dan berkata “good job!” Bahkan saya sendiri pun yang notabene ada penggemar SMTOWN, setelah melihat MV ini sajalah, untuk pertama kalinya saya berpikir kalau sebenernya SM bisa bikin MV bagus. HAHA..
Terlepas dari soal one shot MV (meskipun masih dancing in the box) yang belum pernah SM lakukan sebelumnya, Growl ini mungkin bisa disebut sebagai hasil kerja keras terbaik yang pernah dikerjakan SM.
Kalau saya bilang sih, ini baru yang disebut “paket komplit” dalam dunia kpop.

Tiap kali liat video di atas, saya selalu berkata “Seharusnya dari dulu-dulu SM kayak gini. Bikin lagu bagus, MV bagus, dan juga dance yang keren. Meskipun MV masih belum move on dari dancing in the box, tapi setidaknya sudah terlihat sangar lah..” :)
PS. Mungkin koreo Growl ini adalah koreo terbaik yang pernah saya lihat dalam dunia kpop selama ini. Dan itu, ini lagunya juga DO banget. Sampe-sampe saya pengen DO aja yang nyanyiin semua part-nya (di luar rap line tentu saja) :3

[2] XOXO
Setiap kali mp3 player saya nyampe di lagu ini saya selalu berpikir “aaah.. beruntunglah kamu wahai bocah-bocah EXO, kalian mendapatkan lagu-lagu yang bagus”.
Mungkin ada sebagian part yang kata kuping saya agak NONONO, tapi saya sih cuek aja. Karena selain easy listening, ini unyu banget ya melodi-nyaaaa.. ><

[3] Lucky
Pertama kali mendengar lagu ini, pikiran saya langsung melayang ke Seoul Song-nya Suju & SNSD. Hehe..
Sedikit mirip sih, tapi feel-nya sendiri juga gak jauh-jauh amat dari 3.6.5 dan Peter Pan. Semacam happy song? Ok, lets say that way. Tapi yang pasti, lagu ini bisa digunakan sebagai OST drama tentang first love-nya teenager gitu lah.
Kalau enggak..
“dear, SM. Bolehkan saya minta 1 lagi MV dari album ini? Iya, buat lagu Lucky. Yang ada model ceweknya, tapi jangan pake anak-anak kalian yang sudah debut. Yang diliatin mukanya juga mbaknya (jangan kayak MV nya SNSD/Suju yang modelnya cuma diliatin dari punggungnya doang). Yang cerita MV nya juga gak jauh-jauh dari cerita lagunya. Boleh?” Hahaha..

Jadi, inti memblean saya soal studio album maupun repackage album pertama EXO bisa dibilang bahwa EXO sangat beruntung karena mendapatkan lagu-lagu yang bagus. Wah, SM, baru kali ini loh..
Kenapa ya kira-kira? Apakah untuk balas dendam karena di awal-awal debut mereka sambutan albumnya gak sebagus yang ini? Saya gak bilang kalo MAMA jelek loh, cuma yaaa.. banyak yang sedikit kecewa kan karena track list yang dirilis malah yang itu. :P

TERUS!
Ada berapa lagu lagi yang masih disimpen SM? (dan yang mungkin juga bikin gregetan :D)
Eee.. Time Control, Metal, Lightsaber, Run & Gun, Phoenix, Emergency, Beautiful, sama El Dorado ya?
Tapi pertanyaannya, apakah semua itu adalah lagu-lagu EXO juga? Atau cuma lagu boleh minjem yang digunakan untuk mempromosikan EXO?
Hanya Tuhan yang bisa menjawab cara pikir SM yang suka melompat-lompat seperti tupai itu. XD
BTW, parah ni si EXO. Jika ini dibiarkan lama-lama, maka budget presentase KPOP saya yang awalnya cuma 20% (15% for Soshi, 5% for APink) bisa-bisa bertambah lagi. ><

--end--


THANKS TO:
k2nblog for album download link, and BubbleFeetAquaCH1 for youtube full audio. :3


Read more

[PART 1] Welcome back, EXO.. :3

0 comments


Jadi kira-kira setelah eee.. 1 tahun 2 bulanan lah menghilang entah kemana, dedek-dedek unyu (baca : EXO) akhirnya kembali lagi ke dunia kpop. Dengan rilis studio album pertama ditambah repackage-nya sekalian yang rilis 5 Agustus kemaren itu, mereka comeback ber-12!

Jujur saya sempet kesel banget dengan SM waktu itu. Terlepas dari masalah anak-anaknya yang lain lho ya, sampe sekarang pun saya masih belum paham si EXO ini sebenernya mau dibawa kemana. Dipromoin besar-besaran, didebutin pisah di 2 tempat, setelah fandom cukup besar eh tiba-tiba menghilang setahun lebih, trus tiba-tiba juga comeback ber-12. Haha..
Kadang saya kesel, tapi kadang juga saya pengen ketawa. Tapi saran saya sih seharusnya SM memelihara bocah-bocah unyu ini secara serius. Soalnya kalau melihat kondisi SM sekarang ini yang eee.. yaaa.. semua orang tau lah soal last card mereka, comeback EXO ber-12 ini ternyata bisa dibilang "meledak". Maka bersyukurlah kamu SM karena masih punya EXO. Menelurkan bocah-bocah "ugh!" di zaman yang penuh dengan wanita ini memang pilihan yang sangat tepat. :)

Jadi apa yang spesial dari Album XOXO (1st studio album) dan repackage-nya?
Kalau buat saya sih yaaa..
Akhirnya saya tahu long version-nya "My Lady" setelah menunggu 1 tahun lebih. Eh, apa hampir 2 tahun malah? Soalnya kalau gak salah itu lagu muncul di teasernya Jonginnie akhir tahun 2011. Eh, ya.. -___-"
Yang lainnya? Enggak ada, saya cuma merasa agak eerr aja dengan title album studio maupun title track mereka. It's just.. No No No! *sambil joget ala APink*
Yaudahlah. Daripada kepanjangan, kira-kira memblean saya soal 2 album mereka seperti ini..

EXO’s 1st Studio Album – XOXO (Kiss & Hug) [PS. Kiss version only]
Berisi 10 track, dan full album bisa di-donlot di sini yaaa..

[1] Wolf – title track
Meskipun bagian reff-nya bit okay for me, tapi sebenernya lagu ini is a BIG NONONO! Apalagi ada bagian yang SUNGGUH annoying, yaitu “saranghaeyo” yang denger sekali saja bisa membuat saya pengen mukul penyanyinya. -__-
Tapi seriusan, dari lagu ini yang menurut saya paling oke cuma part antara menit ke 2.45 – 3.01 saja.
MVnya pun NONONO menurut saya. Those MAMA’s feel-like is just HAHAHA for me. *smirk*

[2] Baby Don’t Cry
THANK YOU SO MUCH SM for this “BIG YESYESYES” ballad-song! :)
Selain alasan “lagunya yang Bacon banget” dan “rap-nya yang Chanyeol banget”, saya suka lagu ini karena part piano-nya yang ternyata Jongin banget. Haha.. [ps. Silakan utubing sendiri :p]
Dan ya.. lagu ini sedikit mengingatkan saya kepada lagu debut main vocal mereka, What is Love. :)

[3] Black Pearl
Tiap denger lagu ini, kenapa saya inget Yuri terus ya?! XD
Sebenernya tak ada yang salah dengan lagu ini, tapi entah kenapa cuma part “o o o o o” saja yang saya suka. Hehe..
Ps. Saya masih inget banget teaser EXO yang pake lagu ini. Iya, waktu dimana SM menunjukkan 12 member lengkap untuk pertama kalinya. Dan yang saya pikir waktu itu cuma “kenapa muka Sehunnie musti begitu sih?” XD

[4] Don’t Go
Pertama kali saya denger lagu ini saya langsung berkata, “Aah.. this feel.”
Banyak mengingatkan saya kepada lagu Angel, bahkan cara mereka menyanyikan lagu ini pun terdengar sama seperti ketika mereka menyanyikan Angel.
Dan, Bacon ~aah.. Iyo, iyo. Nyanyio terus. Seng ngene iki yo? :”) :3

[5] Let Out The Beast
Sebenernya lagu ini bukan saya banget, but SM should give them a cool choreography for this song. Dan bolehkah saya bilang kalau lagu ini Lay banget? Yaaa.. semacam jenis-jenis lagu yang sesuai banget karakter dance-nya Lay yang sedikit patah-patah itu.. :D

[6] 3.6.5
Jujur, pertama kali saya denger lagu ini saya merasa “NoNoNo!”. Tapi setelah diputar beberapa kali, yaaa.. its okay lah.
Eeee.. Feelnya sih malah seperti ndengerin B1A4 nyanyi ketimbang EXO. [lihat album debut B1A4]

[7] Heart Attack
Model-model lagunya sih mirip dengan Black Pearl. Tapi anehnya, overall lagunya baik-baik saja buat telinga saya. Hehe..
There’s most annoying thing yang selalu muncul tiap kali saya muter lagu ini. Saya seperti pernah denger lagu semacam ini, tapi dimanaaaaa gitu ya? Awalnya sih saya sempet mikir kalau bagian reff lagu ini sedikit mirip dengan reff “To Her” nya 2AM, cuma yang ini versi agak slow-nya. Tapi! Kalau diputer berkali-kali dan dibandingkan, ya nggak ada mirip-miripnya juga. Ah!
Jadi bagi siapapun saja, yang membaca tulisan saya ini sekaligus mendengarkan lagu ini bahkan juga merasakan hal yang sama dengan saya, tapi punya sedikit pencerahan, tolong hubungi saya. :3

[8] Peter Pan
Seriously, Peter Pan?
Mungkin hal-hal seperti inilah yang kadang membuat saya heran dengan lagu-lagu kpop. Saya sudah cukup bertanya-tanya tentang "kenapa After School menyanyikan lagu berjudul Shampoo?" Awalnya (sebelum melihat liriknya) saya sempet berpikir, apakah mereka menyanyikan lagu yang isinya tentang member yang ingin keramas? Tapi setelah melihat liriknya (english vers tentu saja), saya pun sempat tercengang. Iya, lagunya pun bercerita tentang hal-hal yang nggak jauh-jauh amat dari soal "keramas". Apa pula itu keinginan untuk menjadi shampoo bagi orang yang disukainya? Meh.. Ya sama aja dengan lagunya EXO yang Wolf. Kenapa pula mereka mengatakan bahwa mereka itu adalah srigala? -___-
Ini sih sebenernya cerita intinya tentang cinta monyet gitu lah, biasa. Dan lagunya pun sebenernya enak, tapi hal-hal seperti mereka yang ingin menjadi Peter Pan di Neverland, belum lagi ada Tinkerbell nya pula, berhasil membuat saya bilang "oh, oke. Whatever lah.."
PS. Kok saya malah keinget BB Taiwan 5566 ya pas dengerin lagu ini?! haha..

--to be continue--


THANKS TO:
k2nblog for album download link, and BubbleFeetGravityCH9 for youtube full audio :3


Read more

Sabtu, 13 Juli 2013

Hello, Jason. Finally we meet again.. :)

0 comments



Jadi.. kapan saya nulis soal "Next Month's Target : The Mark Of Athena"?
HAHAHA.. iya, kira-kira 5 bulan yang lalu, dan ternyata saya baru beli hari  Sabtu kemarin, kelar baca pun baru kemarin lusa pagi. (Alhamdulillah yaa.. Para  penghuni dompet membantu saya untuk melawan hawa nafsu saya sendiri. Terlebih di bulan yang penuh berkah ini. :D)

Akhirnya.. rasa penasaran saya 5 bulan lalu akan love line-love line itu terjawab sudah. Ternyata si Reyna bukan pacar Jason dulunya, dan si Jason sudah pacaran dengan Piper. (Sejak kapan?) Trus, kalau love line Frank-Hazel-Leo sih yang paling sedih. Kasian si Hazel, pas tau bahwa Leo bukan Sammy, tapi malah cucu Sammy, mantan pacarnya di masa lalu. Frank juga kasian, Hazel sih kadang kelupaan kalau dia sudah punya pacar sekarang. Malah kemana-mana sering sama Leo. :/ Lalu yang paling menyebalkan, kenapa Annabeth dan Percy musti ciuman sih pas akhirnya ketemu? Padahal itu kan saat-saat paling menegangkan. Eh di depan orang-orang Romawi pula. -____-"

Saya memang sedikit excited karena akhirnya si Annabeth bertemu dengan 'Otak Ganggang' kesayangannya setelah 6 bulan berpisah (iya, si Otak Ganggang aka Percy Jackson menghilang), dan memang, saya sangat excited karena akhirnya bertemu kembali dengan Jason setelah 5 bulan berpisah, tapi ternyata, perasaan aneh saat membaca buku ini malah lebih besar. Iya, seharusnya buku ini memang menjadi "jackpot" bagi pembaca setia seri-seri Rick Riordan. Istilahnya, kapan lagi bisa liat Percy Jackson yang kita bilang saja maskotnya Perkemahan Blasteran, duet dengan Jason Grace yang statusnya Praetor dari Perkemahan Jupiter? Hooh, bisa dibilang juga, kapan lagi bisa liat putra Zeus sang pemegang petir malah kerja sama dengan putra musuh bebuyutannya si Poseidon? Ya di buku ini. (Meskipun iya, di buku keempat mereka bakal ada juga) Tapi ya gitu. Otak saya agak terbolak-balik.

Cara Rick Riordan menarasikan cerita lewat Jason maupun Percy terkesan sama. Ya memang sih, karakter mereka berdua sudah pasti kelihatan berbeda, tapi kesan itu sangat terasa ketika kita membaca lewat versi-versi narasi tokoh yang lain. Narasi Annabeth yang penuh dengan pengetahuan, sangat berbeda dengan narasi Piper yang kesannya penuh dengan rasa khawatir. Dan sangat berbeda pula dengan narasi Leo yang penuh dengan kalimat maupun kata-kata konyol. (BTW, narasi Leo adalah versi yang paling saya suka. :D)
Ya mungkin, itu juga sih alasan Pak Riordan untuk tidak menjadikan Percy ataupun Jason membacakan narasi dalam satu buku yang sama. Kalau kali ini si Percy cerita lebih dulu, mungkin di buku 4, si Jason baru ambil bagian. 
Tapi yaudah deh. Lagian, Percy banyak gak taunya ini. Ya pantes aja si Annabeth seneng banget manggil dia Otak Ganggang ketimbang nama aslinya. :D Pun dengan Jason. Sepertinya.. Jason yang cuma muncul di satu buku, bisa meniup kekerenan seorang Percy Jackson yang mati-matian muncul di 5 buku. XD

Dan seperti biasanya, Pak Riordan mengakhiri buku ini dengan cerita yang menggantung. Menggantung baik secara istilah yang bahwa pembacanya hampir kejang gara-gara menunggu sekuelnya, maupun secara harfiah yang mana di akhir-akhir cerita si Annabeth dan Percy benar-benar menggantung di jaring Arachne. Yaaaa, meskipun pada akhirnya mereka jatuh juga ke lubang tak berdasar yang katanya Tartarus sih. Tapi yang pasti, saya pun jadi agak kejang saat kemarin mata saya sampai di kata terakhir, paragraf terakhir, yang juga bab terakhir dari buku The Mark of Athena. Jika kalian bertanya apakah pada akhirnya saya benar-benar kejang atau tidak, saya pasti akan bilang TIDAK! Tapi kalau galau sih iya, sedikit. Saya kepikiran Gramedia 
terus nih, beberapa hari ini. HAHAHA.. Saya harap, ketika saya berada kembali di depan rak Fiksi di dalam Gramedia, saya akan melihat deretan The House of Hades alih-alih novel 'itu' yang saya lupa judulnya yang dari duluuuuu sekali sampai kemaren saya ke sana, masih juga gak pindah tempat. :|

Jadi intinya.. kalau versi originalnya buku keempat, The House of Hades rilis bulan Mei kemaren, versi terjemahannya bakal rilis kapan yak? Hehe..




Read more

Rabu, 26 Juni 2013

They said, "Warning : Sexy Ahjussi Alert!" [A Gentleman’s Dignity’s memble review]

0 comments




Dan 'TAK!', tiba-tiba saya ingin melakukan testing episod pertama. Hehehe..

Iya sih. Memang awalnya cuma karena Lee Jong Hyuk, saya masuk ke thread "A Gentleman's Dignity" di dramacrazy. Sempet kepikiran juga 'iya' 'tidak' 'iya' 'tidak' untuk beberapa lama sebelum donlot episod pertama. Tapi karena kalimat "Warning : Sexy Ahjussi Alert!" lah, saya langsung memantapkan hati untuk mendolot. Dan reaksinya? Belum selesai testing episode pertama, dada saya sudah sesak duluan. HAHA

Aaaah.. Inilah kenapa saya selalu takut tiap kali disuruh nonton drama Korea. Bukan karena takut kalau-kalau rasa cinta kepada dorama bakal berkurang, tapi lebih karena K-Drama yang selalu memberikan efek yang kurang baik untuk kesehatan jiwa saya.. (_˘)

Banyak komentar yang sebenarnya ingin saya katakan untuk drama ini. Tapi yang paling penting adalah.. bikin capek ya dramanya? Hehe..
Ini adalah drama Asia terpanjang kedua yang pernah saya tonton, setelah Meteor Garden season 2 tentu saja. :D

Oiya btw, detail drama A Gentleman’s Dignity bisa dilihat DI SINI yaa..

DAN!
Jujur, kok saya mikir kalau AGB ini inti ceritanya gak jauh beda sama  sinetron-sinetron di Indonesia yaa..
Si A suka dengan si B, si B suka dengan si C, sementara C adalah sahabat si A. Dan si D yang statusnya sahabat si B, suka banget sama si A. Tapi si A-nya gak mau, soalnya terlanjur cinta sama si B, meskipun cuma one-side love. And so on. Aaaah..
Seriusan, kalo bukan demi Lee Jong Hyuk, saya gak akan bertahan. Dan kalau genre nya gak dibikin komedi, pasti saya sudah pingsan karena bosan. Terlalu banyak scene yang saya skip. Terutama part Kim Do Jin [jang Dong Gun] -Seo Yi Soo [Kim Ha Neul], yang banyak secene ‘eeerrr’ nya. Hehe.. Oh iya, sebenarnya saya lebih suka sama kisah cintanya Yoon [Kim Min Jong] – Meahri [Yoon Jin Yi]. Lebih cute. Dan mungkin.. itu seperti kisah cinta yang sering diimpikan banyak cewek ya? Suka kepada sahabat kakak yang umurnya jauh berbeda. Ditentang. Terjadi pertengkaran hebat. Namun pada akhirnya kisah cinta mereka berakhir di pelaminan. Manis. :")
Dan maaf sekali lagi. Mungkin jika kisah Jeong Rok (Lee Jong Hyuk) dan Cho Yoon (Kim Min Jong) tak masuk dalam cerita, this drama is completely sinetron! :|

So far, bagian yang paling menarik dari drama ini adalah.. prolog yang ada di setiap awal episod. Tak selalu nyambung dengan inti cerita setiap episod, flashback scene yang random, tapi selalu membawa suasana fresh bagi penonton. Mungkin.. ketika penonton mulai bosan dengan cerita yang tiba-tiba menjadi ‘soooo.drama’, part inilah yang bisa mengembalikan semangat. untuk menonton drama ini kembali. Dan mungkin, part inilah yang paling ditunggu untuk setiap episodnya. Termasuk saya? :)

Anyway.. bagi yang suka drama dengan tipikal cerita seperti ini, drama ini recommended!
Dan, bagi yang suka nonton ahjussi-ahjussi “apik”, A Gentleman’s Dignity RECOMMENDED BANGET! Haha..



PS.
Sepertinya salah ya mengenal selebritas Korea lewat variety show duluan? Saya yang kebiasaan liat Kim Soo Ro yang 'seperti itu' di Family Outing, tiba-tiba harus liat dia berakting dalam sebuah drama. It feels sooooo awkward. Haha.. Btw, ini sih rasanya sama pas liat Kwang Soo dan Chun Hee di Agency Cyrano. :D
Dan jika sebelumnya Jang Dong Gun mengira-ngira bagaimana reaksi penonton nantinya ketika melihat karakter yang ia perankan, mungkin tebakan dia benar. Iya. saya sangat benci karakter Kim Do Jin! Bahkan parahnya, saya ikut kesel dengan Jang Dong Gun sendiri. Haha.. But, I know he’s a great actor, and he played his role very well. I know it, Oppa. I know it. The BTS said it all. :)


Read more

Sabtu, 15 Juni 2013

Oh thanks God, they made Reply 1997.. :)

0 comments

MEMBLE.. (yang lumayan panjang)
Kelar nonton drama ini, saya cuma mau bilang.. “PD DAN SCRIPTWRITER-NYA GILAK! GILAK!!!”
Dasar PD variety show, bikin drama pun feel nya juga gak jauh-jauh dari varshow. Trus, scriptwriter-nya. SETRES! SETRES!!! Bagaimana bisa dia membuat cerita seperti itu? Tiba-tiba saya curiga, jangan-jangan dulunya dia adalah penulis fanfic. Tapi iya sih, memang si writer penulis handal di bidangnya. Jadi yaaa.. SANGAT MENGHIBUR!!! :D

Hahaha.. setelah push pull push pull selama hampir satu tahun (terhitung sejak drama ini rilis tahun lalu), akhirnya saya nonton juga drama ini. Iya, baru kelar beberapa hari yang lalu. Saya yang memang sedikit underestimate terhadap K-drama, ditambah jumlah episode-nya yang lumayan banyak untuk ukuran drama pada umumnya (karena saya membandingkan dengan j-drama), 16 episod, maka agak ragu juga mau nonton apa enggak waktu itu. Tapi sebenernya saya juga sempet mikir ‘ini yang main Eun ji, masak gak nonton?’. Dan.. saya enggak nonton juga. Haha.. Ternyata Eun ji kalah dengan jadwal padat Soshi dan PR-PR dorama saya. Maaf Eun ji-aaah.. :(

Tapi apa pada akhir-akhirnya yang paling akhir? Saya penasaran juga dengan drama ini. (Mungkin juga karena sindrom A Pink yang tak kunjung comeback, eh mana Yookyung keluar dari grup juga, makanya saya memutuskan untuk nonton Reply 1997.)
Selanjutnya, testing episode pertama pun kelar dilaksanakan. Dan hasilnya? I’M ADDICTED! :D

And here is, Reply 1997..


Untuk blablabla drama [synopsis, cast, dan teman-temannya] bisa dilihat DI SINI (asian wiki page) yaaa..

Dan pertama-tama, saya mau bilang “akhirnya Korea punya drama ‘seperti ini’”. Chukkae.. :D
Kalau saya bilang, drama ini adalah paket komplit. Komplit seperti keinginan saya? Iya, dan mungkin juga tidak. Tidak untuk saya saja, tapi untuk viewer lainnya juga.
Jadi jika kalian suka drama berlatar kehidupan sekolah dengan genre komedi, maka Reply 1997 siap menyuguhkan cerita yang sempurna. Friendship, love line between best friend, love-triangle, dan.. kisah cinta yang tak terduga pun ada di drama ini. Recommended!

Alur cerita bisa dibilang cepat, jadi meskipun dikemas dalam 16 episod, sepertinya saya mulai paham apa alasannya. Drama ini terbilang detil, tapi tidak juga berlebihan. Hampir setiap karakter mempunyai cerita sendiri. Dan inilah yang membuat kehadiran mereka tak hanya sebagai pemeran pendukung, yang mungkin nantinya terlupakan setelah si drama kelar. Kisah mereka pun tak hanya asal-asalan sebagai pemanis, tapi juga sepenting kisah pemain utama. Sehingga jika scene-scene mereka dipotong, maka drama ini tak akan lengkap.

Jujur, dari dulu saya pengen nonton drama Korea semacam ini. Yang biasa saja, yang natural, tapi bisa membuat penonton jatuh cinta. Bukan karena ada siapa di dalam dramanya, tetapi karena ceritanyalah si penonton jatuh cinta kepada karakter-karakternya.
The casts are natural as well. Adakah yang bilang bahwa Eun ji tidak bisa memainkan perannya dengan baik? Mungkin ada, tapi bisa dihitung dengan jari. Dari beberapa komentar yang saya lihat, mereka pada bilang “Eun Ji daebak!” Ahh Eunji-aaah, I love you even more. :3
Dan Eun ji won oppa. Yaampuuuunn.. Kamu terlihat muda sekaliiii.. Hahaha..

Ada dua hal dari Reply 1997 yang paling menarik perhatian saya. Pertama, BM alias Background Music. Dan yang satu lagi, adalah style drama yang dibuat flash back flash back secara terus menerus. Si scriptwriter varshow yang terkenal dengan idenya yang bertaburan, selalu berhasil membuat saya mengatakan “Sialan.. Sialan” di setiap akhir episodnya. Haha.. sialan!
BM nya pun tak kalah menarik. Sound effect untuk beberapa scene “!!!” PASTI ADA. Seolah memberikan kesan kabur kepada penonton, bahwa mereka sedang menonton variety show, bukannya drama. Pintar! :)

Jadi jika saya sekarang ditanya bagaimana perasaan saya setelah nonton Reply 1997? Maka dengan mantab saya akan bilang, PUAS SEKALI. Yaaa.. sama seperti Anggun yang selalu merasa puas jika melihat penampilan Isa Raja di atas panggung, maka seperti itulah saya. Rasanya.. saya seperti tak mau menonton drama lain lagi. Hahaha.. (tapi tentu belum bisa mengalahkan rekor re-watch RMPW saya. XD)
Kesimpulannya, nonton aja deh buat yang belum nonton. Dijamin PUAS dan bakal bilang daebak!

Oiya, ini OST Reply 1997 yang paling saya suka. Yang saya putar berkali-kali beberapa hari ini, sekaligus sebagai playlist tunggal yang masih saya tunggu kedatangan rasa bosan terhadap lagu ini. :D





PS.
Narasinya bagus! Mengena sekali. Itu yang kalau yang nonton sangat menjiwai, pasti manggut-manggut terus setiap kali line-line itu diucapkan. Dan terharu juga bisa sih. Atau malah nangis? Haha..
Dan..
Episod terakhirnya agak sedikit mengharukan ya? Iya, saya nangis, yang akhirnya membuat saya meng-haha-kan diri saya sendiri. Bukan karena kisah Sung Shi Won, tapi karena lagu Hug yang diputar sebagai BM. Eh, ada poster “mereka” juga.. :”)



Read more

Kamis, 13 Juni 2013

So.. Am I Weird? :|

4 comments


Jadi..
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya lebih suka si Reuben daripada si Mikha?
haha.. pertanyaan pembuka yang sangat random sekali. Yasudah. Abaikan..
  1. Lalu.. Apakah saya aneh, hanya karena saya malah mengantuk jika saya minum kopi?
Ah, oke, yang ini memang sedikit aneh. Eh, ya? Sedikit, kan? Tapi ya gapapa, sih. Kan saya memang gak suka hal-hal yang berbau mainstream. Hehe..
  1. Apakah saya aneh, jika saya adalah penggemar berat mi?
Bukan cuma mi instan. Ya mi-mi yang lain juga. Spaghetti, mi goreng, mi ayam, kwetiau, ramen, ramyun, atau apalah itu mereka menyebutnya. Tapi ya itu maksud saya. Ya si "mi" itu. Gimana? Saya aneh kah? Enggak? Bahkan jika saya bisa makan mi ayam untuk sarapan, makan siang, dan makan malam dalam beberapa hari sekalipun?
  1. Apakah saya aneh, hanya karena ketika saya makan, harus ada sambal di situ?
Enggak kan ya? Sebab.. Saya percaya, Tuhan pasti menciptakan berbagai macam manusia. Termasuk juga manusia yang selalu merasa akan muntah jika makanan yang dimakannya tidak ada unsur pedasnya sama sekali. Ya.. saya percaya itu.
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya selalu kesal dengan orang-orang yang kebut-kebutan di jalan? Dengan orang-orang yang menggunakan lajur jalan yang tak seharusnya? DAN.. dengan orang-orang yang memainkan ponselnya ketika mengemudi?
Ah, orang-orang itu.. sangat menyebalkan. Ya syukur jika mereka selalu selamat sampai tujuan. Tapi bagaimana jika mereka jatuh karena tertabrak, atau menabrak, atau blablabla lainnya? Iya kalau mereka jatuhnya sendiri, masih tak masalah. Lha kalau pake ngajak orang lain? Kan yang repot jadi banyak. Temen yang diajak jatuh, orang yang ditabrak, atau malah orang-orang sekitar jalan yang jadi sibuk membantu mereka. Ish.. menyusahkan saja. :|
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya terlalu menyukai SNSD?
Ah iya, memang. Menyukai sesama jenis memang terlihat aneh. Bukan.. Bukan begitu maksud saya. Menyukai dalam arti menggemari. Fans.. ah iya. Fans. Bukan menyukai dalam arti yang itu.. -____-
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya tidak pernah setuju dengan yang namanya hubungan sejenis?
Ya saya tahu jika hubungan beda jenis, misalnya manusia dengan kuda, atau manusia dengan sapi, itu bukanlah hubungan yang sehat. Tapi seriusan, bukan itu yang saya maksud. Jenis manusianya maksudnya. Yang beda gara-gara alat kelaminnya gak sama bentuknya. *eh
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya lebih menyukai J-Drama ketimbang K-Drama?
Ah sudahlah. Saya sudah capek menjelaskan masalah ini.
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya selalu suka jika berada di dalam toko buku dan stationery? Bahkan jika saya hanya berputar-putar saja di dalamnya sampai berjam-jam sekalipun?
Enggak. Perpustakaan gak termasuk. Iya sih sama-sama banyak bukunya, tapi di sana bukunya jelek-jelek. Mana ada yang sudah berondol pula. Trus kalau mau dibawa pulang harus punya ID card. Dan kalau bukan penduduk asli sekitar perpustakaan gak boleh bawa pulang bukunya. Mana kalau lagi di sana kita gak boleh ramai. Tuh kan.. gak asik! Terlalu banyak aturan.
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya lebih suka (banget) buku-buku fiksi untuk anak-anak ketimbang buku sastra berat?
Iya.. anak-anak. Yang benar anak-anak. Semacam buku dongeng pengantar tidur. Yang ada gambarnya full page. Yang tulisannya font-nya besar-besar, yang paragrafnya sedikit, dan cuma ada di pojok. Ya, seperti itulah. Apakah saya aneh?
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya merasa bahwa lele adalah ikan paling enak di dunia? Apalagi jika dibakar. Lembek-lembek manis gimana gitu. Iya, kah? Saya aneh?
Ah, iya. Iya. Yang ini saya aneh.
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya selalu kesal dengan orang yang suka mengeluh?
Ih, orang yang suka mengeluh itu menyebalkan tau. Eeeeehh.. Iya, iya. Yang ini juga termasuk mengeluh. Tapi setidaknya saya tidak memenuhi TL sosmed hanya dengan “Ah, panas sekali..”, “Yah, gak punya duit nih..”, “Kok saya jomblo sih..”, dan blablabla sesamanya. Ya kenapa kalau ngeluh musti di sosmed? Ya kenapa kalau ngeluh musti nunggu banyak orang dulu? Biar apa? Biar diperhatiin? Jadi intinya apa? Mau ngeluh apa mau cari perhatian? Ntar kalau feedback-nya gak sesuai harapan trus marah-marah. Ntar kalau udah capek-capek ngeluh tapi gak ada yang merhatiin tambah kesel. Ish..
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya sangat susah mengingat nama dan wajah orang yang baru saya kenal?
Iya, sih. Yang ini aneh. Bahkan tidak keren sama sekali. Ya meskipun sedikit sama dengan Hyuga, tapi seriusan, hal ini gak asik! Beneran. Butuh 1 minggu untuk mengunci wajah dan nama tiap orang bukanlah hal yang keren. Eeee.. tapi ini bukan karena memori otak saya yang cuma sedikit, kan? :O
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya selalu kesal dengan orang-orang yang mengatakan “Ih, gambarnya jelek. Yang kayak itu dong bagus..”? (yang ini gak ngomongin gambar perspektif atau desainnya anak-anak arsitektur yaaa...)
Emang tolak ukur gambar jelek dan bagus di mana? Oooohh.. Apakah seperti ini? Jadi gambarnya komik Sin-chan, kobo, kariage, dan gambar komik-komik yang gak riil itu jelek. Sedang gambar komik-komik cantik itu bagus. Teruuuss.. gambar surreal itu jelek, sedang gambar realistik itu bagus. Begitu? Jujur, I used to think that way. Tapi, semakin kesini, ketika saya semakin menekuni gambar, ya meskipun gak gambar bener-beneran, saya berpikir bahwa.. good drawing or bad drawing is not exist actually.. Yang ada hanyalah gambar dengan ciri khasnya masing-masing. Siapa tau, memang begitu cara menggambarnya.. Siapa tau, memang dia sengaja membuat jenis gambar yang berbeda, agar tak disamakan dengan orang lain.. (Seperti saya. Saya gak suka jika gambar buatan asli saya, mirip dengan buatan orang lain. Hehe..) Dan kalaupun cara dan jenis gambarnya sama, tapi hasil dan kualitas berbeda, mungkin itu lebih ke pengalaman saja. That’s people. We are meant to be created differently. :)
  1. Apakah saya aneh, hanya karena saya memutar satu lagu yang sedang saya sukai berkali-kali sampai saya bosan, dan akhirnya mencari lagu lain? Apakah saya aneh?
  2. Apakah saya aneh, hanya karena saya saya tak punya penyanyi (riil) favorit? Iya.. yang kayak John Mayer, Taylor Swift, NOAH, Vidi Aldiano, dan teman-temannya di dunia itu. Apakah saya aneh?
Jika sekarang saya ditanya, siapa penyanyi favorit saya, saya akan bilang SNSD. Iya saya tau kalau mereka bukan penyanyi yang bener-bener asli seperti orang-orang di atas. Ah, kalian au kan maksud saya? Iya.. seperti itu.
Saya tak mendengarkan lagu hanya karena lagu itu yang nyanyi siapa, tapi berdasarkan apakah lagu itu lulus sensor telinga saya atau tidak. Tak masalah itu lagu dangdut, rock, melayu, india, jepang, korea, blablabla, selama enak di telinga, berarti itu lagu bagus dalam versi saya. Iya memang saya tak punya genre. Lha kenapa emangnya? Orang nanti pas di dalam kubur enggak ditanyai soal itu juga sama malaikat. Lagian biarlah siapa-siapa itu yang menjadi fans-nya penyanyi siapa, kan saya enggak mainstream ini. Hehe..
  1. Jadi..
Apakah saya aneh, hanya karena saya menanyakan pertanyaan “Apakah saya aneh, hanya karena saya blablabla..” sebanyak 17 kali? Hah?


Waaahh.. panjang ya ternyata tulisan saya yang ini? Mana gak ada gambarnya lagi. Mana isinya memblean semua lagi. Ya terserah kalau cuma mau baca judulnya aja karena tiba-tiba males pas nyampek di kata-pertama, ya juga Alhamdulillah jika sampai setelah kata Alhamdulillah tadi masih juga dibaca. Kan saya jadi seneng. Yaudah deh, udahan aja. Lagian saya juga sudah capek ini. Makasih lho ya buat yang sudah baca. Sun dulu deh boleh.. :*



Read more

Follower


GoGaKata Design by Insight © 2009